Jelajahi Kemegahan Istana Ratu Boko

Yogyakarta tidak hanya dikenal banyak orang karena gudeg yang lezat, tetapi juga karena kota ini dipenuhi dengan berbagai tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi. Mulai dari wisata alam sampai wisata sejarah pun ada di kota ini. Kalian bisa melakukan banyak kegiatan selagi berwisata, mulai dari hunting foto sampai menambah wawasan. Untuk kalian yang ingin melakukan wisata kota Yogyakarta dan juga menggemari wisata sejarah mungkin bisa mengunjungi Istana Ratu Boko.

Kawasan Ratu Boko berada di atas bukit dengan ketinggian kurang lebih 195.97 meter diatas permukaan laut. Letak situs ini juga tidak jauh dari Candi Prambanan. Meski begitu sebenarnya situs Ratu Boko bukanlah sebuah candi, melainkan reruntuhan sebuah kerajaan. Menurut legenda tempat tersebut merupakan istana Ratu Boko, ayah Lara Jonggrang. Situs ini juga memiliki keunikan dimana bangunannya dipengaruhi oleh Hinduisme dan Buddhisme. Hal tersebut diakibatkan karena situs Ratu Boko dibangun sekitar abad ke-8 oleh Wangsa Syailendra yang beragama Buddha, tetapi kemudian bangunan ini diambil alih oleh raja-raja dari Mataram Hindu. Itulah mengapa kita bisa melihat perpaduan Hindu sekaligus Buddha di bangunan ini.

Berburu Senja di Istana Ratu Boko

Istana Ratu Boko menempati lahan yang cukup luas dan terdiri dari beberapa kelompok bangunan. Walaupun sebagian besar hanya berupa reruntuhan, tetapi sama sekali tidak mengurangi pesona tempat ini. Bagi kalian pencinta senja harus mencoba mengunjungi situs ini di sore hari. Karena letaknya yang berada di atas bukit, maka kalian bisa melihat pemandangan senja yang indah didampingi reruntuhan istana yang menambah cantik hasil foto kalian.

Keindahan situs ini sudah bisa dirasakan sejak kita memasuki gerbang. Pintu masuk Istana Ratu Boko terdiri dari dua gerbang, yaitu gerbang luar dan gerbang dalam. Gerbang dalam dijadikan sebagai gerbang utama karena ukurannya yang lebih besar. Gerbang ini terdiri dari lima gapura yang berbaris sejajar. Walaupun terdiri dari lima gapura, tetapi hanya terdapat tiga tangga. Di sisi sekeliling tangga ini juga dihiasi dengan pahatan bermotif bunga dan sulur.

Seperti istana Jawa lainnya pada masa itu, Istana Ratu Boko juga memiliki paseban dan pendapa. Paseban merupakan kata dari bahasa Jawa yang berarti tempat untuk menghadap raja. Bangunan ini terletak sekitar 45 meter dari gapura. Paseban dibangun dari batu andesit yang memiliki tinggi 1,5 meter, lebar 7 meter dan panjang 38 meter serta bentuknya membujur dari arah utara-selatan.

Tidak jauh dari paseban, kita bisa menemukan sebuah pendapa. Dalam bahasa Jawa, pendapa berarti ruang tamu atau hamparan lantai beratap yang biasanya terletak di bagian depan rumah. Pendapa di situs ini memiliki panjang 40 meter dan lebar 30 meter yang dipagari oleh dinding batu setinggi 3 meter. Di sekitar pendapa juga terdapat tiga buah candi kecil yang dulunya digunakan sebagai tempat pemujaan Dewa Wisnu, Syiwa dan Brahma.

Selain tiga candi kecil tersebut, situs ini juga memiliki candi lain yang bermana Candi Pembokoran. Konon pada zaman dahulu tempat ini dijadikan sebagai tempat pembaharan mayat, maka candi ini pun dinamakan Candi Pembokoran. Candi ini berbentuk teras tanah berundak setinggi 3 meter.

Untuk kalian yang ingin mengunjungi tempat wisata kota Yogyakarta ini dengan menggunakan kendaraan pribadi, kalian bisa pergi menuju Jalan Solo kilometer 17, Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Atau kalian juga bisa menggunakan shuttle bus yang disediakan oleh pengelola Candi Prambanan dengan cara membeli tiket terusan Candi Prambanan - Ratu Boko.

jika anda dan keluarga ingin mengunjungi tempat ini dan terikat masalah kendaraaan yang tidak mencakupi maka kami merekomendasikan anda untuk sewa bus pariwisata murah pusatsewabus.com